Sajak-sajak angkasa (Tiga Cinta)

Bookmark and Share

SAJAK-SAJAK ANGKASA

(Tiga Cinta)





Kau terangi langkahku di malam yang temaram

Kau tuntun aku dengan sinarmu dari balik awan

Kaulah cahaya di hidupku yang hitam

dan Kaulah penutup hariku wahai rembulan...



Matahari pagi kurasakan panas

Membakar jiwaku dengan segala rutinitas

Aku inginkan hari segera malam

Aku sangat meridukanmu,wahai rembulan....




Walau letih,aku tidak ingin tertidur malam ini

Aku rela selalu terjaga di dalam lelah

Menemanimu hingga pagi tiba menjelang

Hingga kau berjalan pulang dan menghilang



Aku sadar bahwa kau bukanlah satu-satunya

Matahari,bulan dan bintang selalu bersama di angkasa

TeTapi, matahari terlalu panas untukku

Bintang pun terlihat kecil dimataku

Hanya kaulah yang aku inginkan dan selalu kurindukan

Hanya kaulah,..Wahai rembulan...



Aku ingin hariku selalu malam


Agar setiap saat dapat melihatmu, rembulan

Aku sangat ingin menggapaimu dan memilkimu

Aku tak mampu,..

Kau terlalu jauh, hanya sinarmuyang kusentuh

dan Karena sejatinya kau bukanlah milikku sendiri



Adzan maghrib telah berkumandang

Aku bergegas melangkah berjalan pulang

Ku ambil gitarku yang tua dan usang

Malam ini aku ingin bernyanyi dan bercerita

Keluh kesah kuhiraukan tinggalah canda tawa yang kucurahkan

Betapa sangat aku merindumu,wahai rembulan...



Langit terlihat mendung menghitam

Awan pekat jelaga menutup cahaya menyinari malam

Wahai rembulan,..kenapa kau menjauh pergi

Kuharap,...esok malam kau kembali menyinari



-Pengelana Malam-

( Jum'at 30 oktober 2009 /22.30 WIB







Aku Luna Sang Rembulan yang katamu selalu kau rindukan..

Aku Luna Sang Rembulan yang katamu selalu kau impi-impikan..

Aku Luna yang tengah hadir menyaksikan senyummu dari balik awan malam..

Aku Luna yang pernah meredup karna kelam..

Aku Luna yang terlalu ingin menemanimu..



Bukan sekadar separuh dari dua puluh empat jam yang kita miliki..

Tapi aku Luna yang ingin selalu ada di sepanjang waktu yang kamu ingini..

Sungguh aku telah mencoba tapi ternyata aku tak mampu memenuhi..

Selama Matahari masih bersinar,

Selama Malammu di penuhi cahaya bintang yang berpendar,

Satu dua bahkan ribuan cahaya bintang mampu meredupkan cahayaku..



Haruskah ku sampaikan pada Matahari bahwa dia tak perlu lagi menyinari?

Haruskah ku pinta itu demi kamu Wahai Pengelana Malam?



Aku rasa tidak..

Jutaan tahun Matahari dan Rembulan berjalan beriringan.

Aku dengan nya bertugas bergantian.

Aku mampu bertukar tempat dengan nya walau enggan.



Oh Pengelana Malam..

Sekalipun tak mampu ku penuhi inginmu dan inginku..

Tak ku ijinkan lagi semangatmu meredup dan kembali kelam..

Karna Luna ini akan menerangi malammu yang kian temaram..



Dan sekali lagi ku katakan..

Aku hanyalah Luna..

Yang hanya bisa mencintaimu dari balik awan..



-Luna ‘yours Moonshine-

Sabtu, 31 Oktober 2009 /16:56









Tergesa..

Setiap pagi selalu sama..

Terlalu siang kamu terbangun..

Karna terlalu dini kamu tertidur..



Inilah harimu..

Padat rutinitas yang menyita waktu..

Hingga tak sempat lagi kau sapa aku, Sang Mataharimu..

Aku lah Mataharimu..



Cahaya paling kekal dan senyata-nyatanya sinar..

Tetapi mengapa malah rembulan yang kamu rindukan?

Sedang hadirku yang nyata malah kau hiraukan..



Wahai Pengelana Malam,

Pantulan cahaya itu milikku..

Sungguh rembulanmu itu hanya semu..

Benda angkasa mati yang mencuri pesona cahayaku..



Hanya karna rembulan mampu membuaimu dalam mimpi..

Hanya karna rembulan bersinar paling terang di antara bintang..

Hanya karna rembulan kau nantikan aku tenggelam..



Wahai Pengelana Malam,

Berhentilah berkelana untukku..

Tidurlah lebih awal..

Dan bangunlah dari mimpimu ketika aku datang..

Aku rindu senyum hangat yang menyapaku..

Sehangat cahaya yang kuberi di pagimu..



Ku mohon berhentilah berkelana, untukku.. untuk kita..



-Mentari ‘yours sunshine-

Jumat, 13 November 2009 23:20







{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar